Sabtu, 14 Maret 2020

Tak Perlu Iri, Rezeki Sudah Diatur!


Malam pekat serta hujan yang awet tidak membuat langkahnya terhenti untuk mencari nafkah. Raut wajahnya tampak letih, namun ia tak menggubrisnya. Pinggir pantai losari, Dg Sikki' bercerita tentang pekerjaannya yang sering kali dihina oleh banyak orang.

Lelaki yang tak lagi muda ini adalah satu dari beberapa pemulung yang ada di pantai losari. Meski ia sudah tak lagi memiliki fisik yang bugar, namun semangatnya tak pernah surut dalam memilah botol-botol plastik di setiap tempat sampah sekitaran pantai losari. Setiap malam Dg Sikki' melangkahkan kakinya menuju pantai losari untuk melakukan rutinitasnya sebagai pemulung. Biasanya Dg Sikki' selesai memulung sekitar pukul empat dini hari. Botol-botol plastik yang telah dikumpulkan kemudian dijual ke pengepul untuk mendapatkan uang sebagai jerih payahnya. 1 Kg botol plastik dihargai 2 ribu rupiah dan uang yang berhasil didapat oleh Dg Sikki' dalam semalam sekitar 30 hingga 50 ribu rupiah. Jumlah tersebut tentunya jauh dari kata cukup untuk Dg Sikki' yang memiliki banyak anggota keluarga. Dg Sikki" dengan prinsip hebatnya mengatakan, "memang tidak cukup, namun masih bisa menyambung hidup." Prinsip hebat Dg Sikki' juga terkuak saat menanggapi banyaknya pemulung di pantai losari yang jelas menjadi pesaingnya. "Saya tidak menganggap mereka pesaing, kami di sini hanya sama-sama mencari nafkah dengan rezeki yang sudah diatur sebelumnya" ujar Dg Sikki'.

Sebagai penutup perbincangan kami kalam itu, dengan senyumnya yang khas dan tatapan yang penuh perhatian Dg Sikki' berpesan untuk mahasiswa seperti saya yang tak lama lagi akan menghadapi dunia kerja.

"Apapun pekerjaanmu nanti, berapa pun gajimu jangan pernah membuat kamu merasa rendah maupun merasa tinggi. Hargailah semua jenis pekerjaan. Soal gaji tak perlu merasa khawatir karena rezeki sudah diatur sebelumnya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar