Jum'at,
13 Maret 2020 pukul 23.40 WITA -- Pio (35 tahun) pedagang ayam geprek
menjajakan jualannya dengan cara berjalan dan berkeliling di sekitar anjungan
pantai losari. Pedagang tersebut menuturkan bahwa terkadang jualan yang ia
jajakan laku kadang pula tersisa banyak. Faktor utama tidak lakunya jualannya
yakni karena sepi pengunjung.
"Kita
juga punya brand tersendiri untuk ayam geprek yang kami jual" ujar wanita
pedagang ayam geprek jalanan. "Namanya Ayam Geprek Capilata" sambung
pedagang tersebut.
Hujan
deras yang turun malam hari itupun tidak menyurutkan semangat pedagang wanita
tersebut.
Ayam
geprek tersebut sebenarnya masakan katering dan pesan antar, hanya saja ketika
produksi ini kurang laku maka mereka akan menjajakan dagangannya tersebut ke
pasar ataupun ke tempat umum untuk dijual.
Situasi
haru sedikit terjadi ketika pedagang tersebut menyatakan bahwa ia juga pernah
duduk di bangku kuliah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar