Sabtu, 14 Maret 2020

Menjadi Juru Parkir Demi Mempertahankan Hidup



 Gambar: Saat mewawancarai Syahrul

Sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SMP, syahrul lalu berhenti dan memilih bekerja. Bagi syahrul pendidikan begitu penting namun hal itu tidak kalah penting dengan bekerja. Tak mengenal apa pekerjaan yang ia lakoni dan tak peduli jumlah yang ia peroleh.

Sejak tahun 2018, syahrul selalu berada di anjungan pantai losari untuk bekerja. Syahrul yang bekerja sebagai juru parkir selalu menjalani harinya dengan penuh semangat. Walaupun resiko yang ditanggung juru parkir tidak sebanding dengan penghasilan yang didapatnya.

Syahrul sebagai anak yang bekerja menjadi juru parkir tak pernah bosan menjalankan rutinitas yang kurang lebih dua tahun ia jalani. Umurnya yang terbilang masih muda tak membuatnya malu untuk bekerja. Biasanya ia bekerja pada pukul 18.00 WITA hingga larut malam.

Bagi syahrul menjadi juru parkir bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal ini dikarenakan penghasilan yang ia dapatkan dapat dikata hanya sekitaran sepuluh hingga lima belas ribu per hari. Penghasilan yang di dapatkan tersebut biasanya ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meskipun tidak seberapa, ia selalu bersyukur atas apa yang diperolehnya.

Sejak sepeninggalan ibunya, syahrul tinggal bersama neneknya. Neneknya mengolah bisnis kue. Syahrul biasa membantu neneknya dengan cara berkeliling menjajakan jualannya. Demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan neneknya, ia harus rela memasang badan menjadi tulang punggung keluarga.

Ditanya tentang kelanjutan pendidikannya, syahrul mengaku sempat frustasi karena keadannya. Ia berharap kelak dapat melanjutkan pendidikannya demi kehidupan yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar