Gambar: Saat mewawancarai Syahrul
Sejak
tahun 2018, syahrul selalu berada di anjungan pantai losari untuk bekerja.
Syahrul yang bekerja sebagai juru parkir selalu menjalani harinya dengan penuh
semangat. Walaupun resiko yang ditanggung juru parkir tidak sebanding dengan
penghasilan yang didapatnya.
Syahrul
sebagai anak yang bekerja menjadi juru parkir tak pernah bosan menjalankan
rutinitas yang kurang lebih dua tahun ia jalani. Umurnya yang terbilang masih
muda tak membuatnya malu untuk bekerja. Biasanya ia bekerja pada pukul 18.00
WITA hingga larut malam.
Bagi
syahrul menjadi juru parkir bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal ini dikarenakan
penghasilan yang ia dapatkan dapat dikata hanya sekitaran sepuluh hingga lima
belas ribu per hari. Penghasilan yang di dapatkan tersebut biasanya ia gunakan
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meskipun tidak seberapa, ia selalu bersyukur
atas apa yang diperolehnya.
Sejak
sepeninggalan ibunya, syahrul tinggal bersama neneknya. Neneknya mengolah
bisnis kue. Syahrul biasa membantu neneknya dengan cara berkeliling menjajakan
jualannya. Demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan neneknya, ia harus rela
memasang badan menjadi tulang punggung keluarga.
Ditanya
tentang kelanjutan pendidikannya, syahrul mengaku sempat frustasi karena
keadannya. Ia berharap kelak dapat melanjutkan pendidikannya demi kehidupan
yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar