"Ya,
saya tahu parkiran Pak, tapi kita kan cari hidup". Begitulah kira-kira
ungkapan ibu Nur Rabasiah saat salah satu pengunjung tidak terima ditegur
ketika parkir di depan jualannya.
Rabasiah
(55) ini merasa sedih dengan kelakuan pengunjung di Pantai Losari pada Jumat,
13 Maret 2020 pukul 23:59. Rabasiah si penjual minuman menceritakan kisahnya
saat berjualan. Setiap hari, dia dengan sabar menjajakan dagangannya hingga
pukul 12 malam hanya untuk menghidupi hari-harinya bersama keluarga. Hingga
saat ini, terhitung sudah 20 tahun ibu Rabasiah menjual minuman di pantai
Losari.
Pada
suatu ketika, ada seorang pengunjung yang menghalangi jualan ibu Rabasiah
dengan memarkirkan mobilnya di depan jualannya. Dia mengatakan bahwa
kadang-kadang ada pengunjung yang menutupi jualannya. Namun, saat ditegur oleh
ibu Rabasiah, pengunjung tersebut malah marah dan mengatakan bahwa "Ini
kan tempat parkiran".
"Ya,
saya tahu parkiran Pak, tapi kita kan cari hidup, toh. Saling pengertian baru
bisa. Kita pengunjung mengerti juga, kita kan jualan cari hidup hari-hari.
Kalau tidak ada yang saling mengerti, ya bagaimanami kita? Kita sudah miskin,
susahmi lagi". Begitulan curhatan ibu Rabasiah tentang pengunjung yang ia
ceritakan dengan muka sedih dan tersenyum seolah ikhlas menghadapi masalah yang
dia alami tersebut. Dia juga mengatakan bahwa tidak semua pengunjung seperti
itu, ada juga yang ketika dari jauh dia sudah melihat ada yang berjualan, dia
akan mencari tempat parkir yang lain.
Sebagai
seorang pengunjung atau pembeli, kita seharusnya menghargai orang-orang yang
berjualan dan mencari nafkah untuk keluarganya. Seperti yang dikatakan oleh ibu
Rabasiah sebelumnya bahwa kita harus saling mengerti antara penjual dan pembeli
agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar