Sabtu, 14 Maret 2020

Jeritan Hati Seorang Ibu: PK 5 Pantai Losari


"Ya, saya tahu parkiran Pak, tapi kita kan cari hidup". Begitulah kira-kira ungkapan ibu Nur Rabasiah saat salah satu pengunjung tidak terima ditegur ketika parkir di depan jualannya.
Rabasiah (55) ini merasa sedih dengan kelakuan pengunjung di Pantai Losari pada Jumat, 13 Maret 2020 pukul 23:59. Rabasiah si penjual minuman menceritakan kisahnya saat berjualan. Setiap hari, dia dengan sabar menjajakan dagangannya hingga pukul 12 malam hanya untuk menghidupi hari-harinya bersama keluarga. Hingga saat ini, terhitung sudah 20 tahun ibu Rabasiah menjual minuman di pantai Losari.
Pada suatu ketika, ada seorang pengunjung yang menghalangi jualan ibu Rabasiah dengan memarkirkan mobilnya di depan jualannya. Dia mengatakan bahwa kadang-kadang ada pengunjung yang menutupi jualannya. Namun, saat ditegur oleh ibu Rabasiah, pengunjung tersebut malah marah dan mengatakan bahwa "Ini kan tempat parkiran".
"Ya, saya tahu parkiran Pak, tapi kita kan cari hidup, toh. Saling pengertian baru bisa. Kita pengunjung mengerti juga, kita kan jualan cari hidup hari-hari. Kalau tidak ada yang saling mengerti, ya bagaimanami kita? Kita sudah miskin, susahmi lagi". Begitulan curhatan ibu Rabasiah tentang pengunjung yang ia ceritakan dengan muka sedih dan tersenyum seolah ikhlas menghadapi masalah yang dia alami tersebut. Dia juga mengatakan bahwa tidak semua pengunjung seperti itu, ada juga yang ketika dari jauh dia sudah melihat ada yang berjualan, dia akan mencari tempat parkir yang lain.
Sebagai seorang pengunjung atau pembeli, kita seharusnya menghargai orang-orang yang berjualan dan mencari nafkah untuk keluarganya. Seperti yang dikatakan oleh ibu Rabasiah sebelumnya bahwa kita harus saling mengerti antara penjual dan pembeli agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar